You can visit my mobile version blog at http://blogpoenyabudi.blogspot.com/?m=1

Perspektif 10 Juni 2011

Memberi dengan Tersembunyi
Bacaan hari ini: Matius 6:1-4
“Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:4)

Dalam pengajaran khotbah di atas bukit, Tuhan Yesus memasukkan sebuah pengajaran penting bagi para pendengar-Nya, yaitu tentang memberi sedekah. Sedekah merupakan bantuan, baik berupa uang ataupun barang. Memberikan sedekah, sudah tentu sering dilakukan oleh pendengar-Nya pada saat itu, khususnya orang-orang Farisi. Orang-orang Farisi, gemar memberikan sedekah, baik yang diberikan secara langsung atau dimasukkan di dalam kotak sumbangan yang ada di dalam bait Allah, sebagai suatu kewajiban agama (ay. 1). Namun, sedekah mereka memiliki motivasi yang salah, yaitu untuk mendapatkan pujian dari orang lain atas perbuatan baik mereka. Tuhan Yesus dengan tegas mengatakan, orang yang demikian disebut orang munafik (ay. 2). Pengajaran Tuhan Yesus ini menjadi kritik tegas, bagi perbuatan orang-orang Farisi, atau mereka yang memberikan sedekah dengan motivasi yang salah di hadapan Tuhan.


Dalam membahas topik ini, Tuhan Yesus mengajarkan untuk memberi dalam “ketersembunyian.” Ia berkata, “tapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi” (ay. 3-4). Artinya adalah, memberikan sedekah dengan tidak “dipertunjukkan” kepada orang lain, termasuk kepada orang yang menerima sedekah.

Memberikan sedekah adalah perbuatan terpuji yang harus kita lakukan sebagai murid Kristus, dan hendaklah disertai dengan “ketersembunyian.” Di satu sisi, “ketersembunyian” akan menjaga motivasi kita ketika sedang memberikan sedekah. Ketika kita memberikan bantuan tanpa ada yang mengetahui, maka kita sudah dipagari dari godaan untuk membesarkan diri, menonjolkan diri atau keinginan untuk dipuji orang. “Ketersembunyian” menjadi cara aman di dalam melakukan pelayanan sosial, yang memang kita tujukan untuk memuliakan Tuhan. Namun di sisi lain, Yesus Kristus juga mengungkapkan adanya berkat di dalam “ketersembunyian” itu. Tuhan kita, yang tahu perbuatan baik kita yang “tersembunyi”, akan memberikan balasannya.

STUDI PRIBADI: Mengapa Tuhan menginginkan kita untuk memberi dengan tersembunyi? Sudahkah kita melakukan pelayanan sosial ini dengan tersembunyi?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah memohon pertolongan Tuhan agar kiranya ketika kita melakukan pelayanan soial, kita memiliki motivasi yang murni di hadapan Tuhan, dan juga dijauhkan untuk mencuri pujian bagi Allah.





..:: Artikel yang Berkaitan ::..

One Response so far.

Leave a Reply