You can visit my mobile version blog at http://blogpoenyabudi.blogspot.com/?m=1

Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian. Tampilkan semua postingan

Hi Again..


hai guys..

Lama juga saya tak buka blog ini..karena adanya kesibukan yang mendesak..karena itu lah saat ini saya akan beusaha untuk aktif kembali memberikan informasi informasi, renungan, dan berbagai berita kepada folower saya..

salam blogger.


Continue Reading

Untuk Sementara Tidak bisa Posting


Mohon maaf kebada para reader dari blog saya ini..
karena untuk beberapa waktu kedepan admin tidak bisa memberikan postingan
Baik renungan harian,perspektif, artikel lainnya untuk sementara di hold dahulu.
terima kasih atas kunjungannya.


salam
admin



Continue Reading

Renungan Harian
07 Juli 2011

Tanggal: Kamis, 7 Juli 2011
Bacaan : Mazmur 139:1-16
Nats: Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh (Mazmur 139:2)

Judul:
MATA TUHAN

  London Eye adalah salah satu ikon kota London yg sangat terkenal. Dengan menggunakan model kincir raksasa yang berputar, kita bisa menyaksikan sebagian besar kota London dari dalam sebuah tabung besar yang dirancang untuk memuat para wisatawan. Dari dalam tabung itu, sesuai posisi putarannya, kita bisa menikmati dan menjelajahi kawasan di sekitar Sungai Thames dengan jelas. Pemandangannya begitu sempurna dan indah. Akan tetapi, pemandangan yang bisa disaksikan dari London Eye sesungguhnya begitu terbatas. Hanya kawasan di sekitar kota. Oleh sebab itu, London Eye tidak cukup memadai sebagai referensi untuk menikmati panorama London.

  Sangat berbeda dari itu, penglihatan Tuhan kita begitu sempurna. Bahkan,


Continue Reading

Renungan Harian
06 Juli 2011

Tanggal: Rabu, 6 Juli 2011
Bacaan : Mazmur 1:1-6
Nats: Sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan (Mazmur 1:6)

Judul:
MELODI HIDUP

  Mazmur berarti: melodi atau lagu pujian. Melalui mazmur, sang pengarang hendak mengajak umat bermelodi, memuji Tuhan atas bermacam-macam hal yang menjadi kenyataan hidup manusia beriman sehari-hari. Hebatnya, pujian dalam mazmur merupakan pujian yang tidak hanya berkutat pada hal-hal seputar relasi manusia dengan Allah, tetapi juga pergumulan sesama manusia. Pendek kata, semua segi kehidupan manusia beriman dapat dijadikan sebagai lagu pujian dalam peribadahan!

  Di bagian awal kitab Mazmur, penulis memanjatkan pujian kepada Tuhan karena Tuhan mengenal jalan orang benar (ayat 6). Kata "mengenal" di sini merupakan terjemahan dari kata Ibrani yada yang berarti mengenal dengan intim; mengenal dengan sedemikian detail; mengenal sedemikian rupa hingga tak ada yang perlu ditutupi. Itulah sebabnya orang yang berjalan di jalan orang benar disebut "berbahagia".


Continue Reading

Renungan Harian
05 Juli 2011

Tanggal: Selasa, 5 Juli 2011
Bacaan : Ayub 39:29-38
Nats: Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun ... berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap (Mazmur 90:10)

Judul:
MELESAT BAGAI RAJAWALI

  Pernahkah Anda terdiam merasakan betapa cepatnya rentetan peristiwa dalam kehidupan ini melaju dan betapa pesatnya waktu berlalu? Serasa perayaan tahun baru belum lama berlalu, tahu-tahu akhir tahun sudah kita jelang. Rasanya "baru kemarin" kita menggendong anak kita sewaktu bayi, kini ia sudah berlari. Masih terbayang kita bersekolah di suatu tempat, sekarang kita mengantar anak kita masuk sekolah yang sama. Yah, waktu berjalan begitu cepatnya.

  Ketika berdialog dengan Tuhan, Ayub tiba pada titik ia tak sanggup berbicara apa-apa lagi, dan enggan berbantah, "Jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu?


Continue Reading

Renungan Harian
04 Juni 2011

Tanggal: Senin, 4 Juli 2011
Bacaan : 1 Korintus 12:12-27
Nats: Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya (1 Korintus 12:27)

Judul:
PADUAN SUARA

  Paduan suara yang ideal setidaknya merupakan campuran dari 4 jenis suara: dua jenis suara perempuan, yaitu sopran dan alto; serta dua jenis suara laki-laki, yaitu tenor dan bas. Masing-masing jenis suara menyumbang nada yang saling menyempurnakan. Jika ada satu suara yang sumbang atau hilang, sebuah lagu tidak akan terdengar indah dan harmonis. Sementara, harmonisasi nada sangat diperlukan di paduan suara.

  Jika masing-masing pribadi dalam tubuh Kristus ibarat masing-masing jenis suara itu, maka tidak mungkin salah satu suara dihilangkan.


Continue Reading

Renungan Harian
03 Juli 2011

Tanggal: Sabtu, 2 Juli 2011
Bacaan : 1 Yohanes 1:5-2:6
Nats: Jika kita mengaku dosa kita ... Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:9)

Judul:
KESEMPATAN ITU ANUGERAH

  Ted Williams adalah seorang gelandangan yang tinggal di kemah pinggir jalan Columbus, Ohio. Pada tahun 80-an, ia adalah seorang penyiar radio, sebelum hidupnya dihancurkan oleh narkoba dan minuman keras sehingga ia kehilangan kariernya di radio. Ia hidup sebagai perampok, penipu, pemalsu, dan pengemis yang keluar masuk penjara. Suatu hari, sebuah studio rekaman menayangkan suara emasnya melalui YouTube. Dan, itu mengubah hidupnya menjadi sangat terkenal. Dalam siaran televisi NBC, William menyatakan "siap menjalani kesempatan kedua yang diberikan kepadanya".


Continue Reading

Renungan Harian
01 Juli 2011

Tanggal: Jumat, 1 Juli 2011
Bacaan : Ibrani 11
Setahun: Mazmur 75-78
Nats: Sebab dengan imanlah telah diberikan kesaksian bahwa Allah berkenan kepada para pendahulu kita (Ibrani 11:2)

Judul:
RAGAM EKSPRESI IMAN

  Berkunjung ke toko aksesori dan pernik-pernik perhiasan ternyata mengasyikkan juga. Amati saja keanekaragamannya. Dari satu bentuk dasar, misalnya lingkaran, tersedia begitu banyak varian. Menurut warna: polos satu warna, paduan dua tiga warna, beraneka warna. Menurut bahan: kain, plastik, kaca, logam, kayu. Menurut fungsi: anting-anting, bandul kalung, bros, gantungan kunci. Di satu toko saja tak ayal ada ribuan ragam. Betapa kreatif!

  Ibrani 11 kerap disebut sebagai "Aula Para Tokoh Iman". Namun, tak salah juga kita menyebutnya sebagai "Aula Keanekaragaman Iman". Tokoh-tokoh yang tercantum di dalamnya memang memiliki satu kesamaan: mereka sama-sama orang yang "percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia" (ayat 6).


Continue Reading

Renungan Harian
27 Juni 2011

Tanggal: Senin, 27 Juni 2011
Bacaan : 2 Samuel 21:15-22
Setahun: Mazmur 60-63
Nats: Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus (Galatia 6:2)

Judul:
 
PEMBUNUH RAKSASA

  Permainan tradisional anak-anak "main sut" masih punya pesan yang bagus sampai kini. Caranya, dua anak saling beradu gerakan jari tangan. Telunjuk mewakili orang. Kelingking mewakili semut. Ibu jari mewakili gajah. Telunjuk menang melawan kelingking, tetapi kelingking mengalahkan ibu jari. Sedang ibu jari menang atas telunjuk. Prinsipnya, tak ada jari yang akan menang terus. Tak ada pemenang mutlak.

  Hidup manusia juga begitu. Siapa yang unggul atas siapa, akan silih berganti. Kita tahu Goliat si raksasa Filistin tewas di tangan Daud (1 Samuel 17:48-50). Kita mengenal Daud sebagai pembunuh raksasa. Namun, Alkitab juga punya kisah lain. Di kemudian hari, Daud pernah nyaris dibunuh raksasa Filistin bernama Yisbi Benob, karena sangat letih berperang. Syukurlah Tuhan menolongnya melalui Abisai yang membunuh raksasa itu (ayat 16). Selanjutnya, pembunuh raksasa Filistin berganti-ganti. Sibkhai membunuh Staf (ayat 18).


Continue Reading

Renungan Harian
24 Juni 2011

Tanggal: Jumat, 24 Juni 2011
Bacaan : Matius 21:28-32
Nats: "Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir" (Matius 21:31)

Judul:
DUA RESPONS

  Yesus bercerita tentang seorang bapa yang mempunyai dua anak. Ketika sang bapa menyuruh dua anaknya bekerja di kebun anggur, ada dua respons yang berbeda. Anak yang pertama mengiyakan, tetapi setelah berlalu dari hadapan sang bapa, ia tak jadi melakukannya (ayat 29). Yang kedua menolak, tetapi setelah pergi, ia pun menyesal dan kemudian melakukan perintah bapanya itu (ayat 30). Di akhir perumpamaan, Yesus membawa para imam kepala dan tua-tua Yahudi untuk menyimpulkan bahwa yang lebih berharga adalah anak yang taat melakukan perintah bapanya. Secara mengejutkan, Yesus berkata, "... sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah" (ayat 31).

  Apakah maksud Tuhan? Pertama, Tuhan tidak terpesona pada janji di mulut. Dia lebih menanti bukti ketaatan. Tuhan tidak mau kita berjanji manis ketika menaikkan banyak pujian dan doa dalam ibadah, tetapi setelah itu kita lupa melakukan apa yang kita janjikan.


Continue Reading

Renungan Harian
23 Juni 2011

Tanggal: Kamis, 23 Juni 2011
Bacaan : Yohanes 10:1-10
Nats: Pencuri datang hanya untuk mencuri, dan membunuh dan  membinasakan (Yohanes 10:10)

Judul:
 
PENCURI

  Pencurian merupakan peristiwa kriminal merugikan yang kerap terjadi di sekitar kita. Pencurian uang, kendaraan, dan harta benda lainnya. Akan tetapi, tidak ada pencuri yang lebih profesional dari Iblis. Cara kerjanya sangat halus dan rapi sehingga banyak orang kristiani yang menjadi target Iblis seakan-akan tidak menyadari bahwa ada begitu banyak hal di dalam hidupnya telah dicuri oleh Iblis. Mereka baru menyadari ketika segala sesuatu sudah habis. Apa saja yang kerap dicuri oleh Iblis?


  Kegembiraan: Iblis ingin mencuri sukacita kita. Keyakinan: Iblis ingin kita meragukan Allah. Pendirian: Iblis ingin kita berdiri untuk sesuatu yang kosong. Belas kasihan: Iblis ingin kita menjadi egois, tidak memedulikan orang lain. Komitmen: Iblis ingin kita menjadi orang yang tidak berketetapan hati.


Continue Reading

Renungan Harian
22 Juni 2011

Tanggal: Rabu, 22 Juni 2011
Bacaan : Markus 1:35-39
Nats: Jawab-Nya, "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota sekitar ini, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang" (Markus 1:38)

Judul:
BERANI BERKATA TIDAK

  Sugeng sedang merintis karier sebagai penerjemah. Ia menerima tawaran untuk menerjemahkan buku spiritualisme populer dari sebuah penerbit besar. Ketika menerjemahkan sampelnya, ia sudah merasa kurang nyaman. Namun, ia merasa tawaran itu bisa menjadi batu loncatan bagi kariernya. Ia menerimanya. Akibatnya, selama menerjemahkan ia merasa tersiksa. Dari segi bahasa, buku itu relatif mudah dialihbahasakan. Masalahnya, dari segi isi, buku itu memaparkan pandangan berdasarkan berbagai filsafat dan kepercayaan yang tidak selalu selaras dengan Kitab Suci. Setelah menyelesaikan-nya, ia memetik pelajaran berharga: Seharusnya ia berani untuk berkata tidak.


Continue Reading

Renungan Harian
20 Juni 2011

Tanggal: Senin, 20 Juni 2011
Bacaan : Lukas 5:12-16
Nats: "Aku mau, jadilah engkau tahir" (Lukas 5:13)

Judul:
JIKA TUAN MAU

  Penderita kusta pada zaman Yesus sungguh menderita. Ia dikucilkan, juga wajib selalu membawa bel kecil yang ia bunyikan sambil berteriak, "Najis, najis!" agar orang yang berjumpa dengannya jangan sampai menyentuhnya. Jangankan bersentuhan, mengenai bayangannya saja membuat orang lain najis dan harus mentahirkan diri. Sungguh menyedihkan ketika si kusta harus meneriakkan kepada orang lain bahwa dirinya najis hingga orang lain patut menjauhinya. Lebih menyakitkan lagi, jika ia tahu ada sumber pertolongan, tetapi ia tidak diperbolehkan datang dan meminta kesembuhan.


Continue Reading

Renungan Harian
18 Juni 2011

Tanggal: Sabtu, 18 Juni 2011
Bacaan : Kidung Agung 5:2-8
Nats: Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya (Kidung Agung 5:6)

Judul:
MENYEDIAKAN DIRI

  Dalam sebuah acara pemakaman, seorang pria setengah baya tampak terguncang dan menangis tanpa henti. Pria ini ternyata adalah suami dari jenazah yang akan segera dikuburkan. Ia sangat bersedih atas kepergian istrinya. Ternyata, lebih dari merasa kehilangan, sang suami merasa menyesal tidak menyediakan diri dan memberikan cukup waktu untuk menikmati kebersamaan dan kebahagiaan bersama istrinya itu ketika masih hidup. Selama ini ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Sekarang semua sudah terlambat. Istrinya sudah pergi.

  Perempuan dalam perikop bacaan hari ini juga mengalami penyesalan setelah gagal menyediakan diri untuk kekasihnya. Suatu malam ketika ia sedang tertidur lelap, sang kekasih datang dengan tergopoh-gopoh. Akan tetapi, ia merasa malas dan berat untuk beranjak dari tempat tidurnya. Ia tak mau repot mengenakan baju serta mengotori kakinya yang telah terbasuh (ayat 3).


Continue Reading

Renungan Harian
17 Juni 2011

Tanggal: Jumat, 17 Juni 2011
Bacaan : 2 Tawarikh 18:28-34
Nats: Tuhan menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; tetapi rencana Tuhan tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun (Mazmur 33:10,11)

Judul:
ANAK PANAH NYASAR

  Di sebuah laga sepak bola terjadi keunikan ini. Bola digiring mendekati gawang, diumpankan ke posisi tembak yang strategis. Umpan disambut tendangan keras, tetapi membentur tiang gawang. Bola terpental, jatuh di kaki penyerang lain; ditendang lagi tak kalah keras. Kali ini bola membentur mistar gawang; terpental lagi. Untuk ketiga kalinya bola berusaha disarangkan ke gawang, tetapi malah melambung dan keluar lapangan. Orang bilang, "Itulah kalau belum saatnya gol."

  Raja Ahab licik dan jahat. Dalam pertempuran melawan Aram, ia membujuk Raja Yosafat menjalin aliansi militer dengannya. Bahkan, ia "mengumpankan" besannya itu sebagai sasaran musuh. Ia menyamar sebagai prajurit agar musuh menyangka Yosafat adalah dirinya, supaya


Continue Reading

Renungan Harian
16 Juni 2011

Tanggal: Kamis, 16 Juni 2011
Bacaan : 1 Timotius 4:6-10
Nats: Latihan jasmani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang (1 Timotius 4:8)

Judul:
LATIHAN GANDA

  Untuk menurunkan berat badan dan menjaga kebugaran, orang biasanya memadukan dua latihan. Latihan pasif: menahan diri dengan mengikuti pola makan tertentu. Latihan aktif: berolahraga untuk membakar kalori dan lemak yang berlebihan.

  Begitu juga dengan ibadah atau disiplin rohani. Ada yang aktif, yaitu disiplin keterlibatan, sesuatu yang kita lakukan; dan ada yang pasif, yaitu disiplin berpantang, sesuatu yang kita hindari. Ini berkaitan dengan jenis dosa yang kita hadapi. Ada dosa pelanggaran, yaitu secara aktif melanggar perintah Tuhan (1 Yohanes 3:4). Ada dosa pengabaian, yaitu secara pasif melalaikan perbuatan baik yang semestinya kita lakukan (Yakobus 4:17).


Continue Reading

Renungan Harian
15 Juni 2011

Tanggal: Rabu, 15 Juni 2011
Bacaan : Kejadian 13:1-9
Nats: Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat (Kejadian 13:8)

Judul:
BUTUH DUA ORANG

  Selalu dibutuhkan dua orang untuk bertengkar", demikian kata sebuah pepatah lama. Benar, ketika ada dua pihak yang sama-sama berniat memperebutkan "kemenangan pribadi", maka pertengkaran pun "sukses" diciptakan. Padahal, jika salah seorang mau menyadarkan dirinya untuk berhenti memusatkan perhatian pada masalah dan mengarah pada pencarian solusi, maka pertengkaran takkan berpanjang umur. Sebuah fakta yang kerap "tertutupi" saat dua orang terlibat adu argumentasi atau perselisihan.

  Para gembala ternak Abraham dan Lot juga pernah bertengkar dan berkelahi karena ladang dan air untuk menggembala tidak cukup bagi mereka (ayat 6, 7). Maka, masalah itu diteruskan kepada Lot dan Abraham. Sangat wajar jika kemudian mereka "meneruskan" pertengkaran tersebut, sebab masing-masing bisa merasa punya hak yang patut dipertahankan. Syukurlah, Abraham mampu mengendalikan dirinya dan melihat bahwa kekerabatannya dengan Lot-lah yang harus dipertahankan (ayat 8). Itu sebabnya ia memilih untuk segera menghentikan pertengkaran dengan cara mengalah.


Continue Reading

Renungan Harian
14 Juni 2011

Tanggal: Selasa, 14 Juni 2011
Bacaan : Lukas 7:1-10
Nats: Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai sekalipun di antara orang Israel! (Lukas 7:9)

Judul:
IMAN YANG BESAR

  Dapatkah Anda membayangkan bagaimana rasanya dikagumi oleh orang besar, misalnya seorang presiden? Wah, tentu kita merasa sangat tersanjung! Lalu, bagaimana jika Allah Sang Putra Yesus Kristus mengagumi manusia? Rasanya belum pernah terdengar, bukan?

  Perhatikan kisah ini. Ada perwira Romawi yang menjadi penguasa di Kapernaum. Ia baik hati, suka berderma, dan memperhatikan kesejahteraan rakyat yang dijajahnya. Sekalipun menurut orang Yahudi ia dianggap kafir, ia bermurah hati membangun rumah ibadah Yahudi. Ketika pembantunya sakit keras, ia sangat gelisah. Padahal, pembantu pada zaman itu identik dengan budak dan biasanya bukan warga Romawi. Diutusnya para pemuka Yahudi untuk memohon pertolongan Yesus hingga mereka pun memaksa Yesus menolong si perwira, sebab ia penguasa yang berjasa.


Continue Reading

Renungan Harian
13 Juni 2011

Tanggal: Senin, 13 Juni 2011
Bacaan : Keluaran 2:10-15; 3:1-4
Nats: ... anggaplah sebagai kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan (Yakobus 1:2,3)

Judul:
SEKOLAH PADANG GURUN

  Eric Wilson, seorang dosen, ingin hidup lebih bahagia. Berbagai cara dicobanya. Ia membaca berbagai buku, mencoba banyak tersenyum, mengucapkan kata-kata positif, dan menonton film komedi. Semuanya tidak menolong. Akhirnya, ia mengarang buku berjudul Against Happiness (Melawan Kebahagiaan). Menurutnya, kebahagiaan tidak bisa dikejar atau dibuat. Ia akan muncul sendiri setelah kita berhasil menghadapi persoalan sulit, ketidakpuasan, bahkan penderitaan. Jadi, jalan untuk mencapai kebahagiaan ialah harus melalui kesulitan!

  Musa menghabiskan masa mudanya di istana Firaun. Hidupnya nyaman, tetapi tidak bahagia. Suatu saat, datanglah jalan yang sulit. Setelah membunuh seorang Mesir, Musa ketakutan lalu melarikan diri ke padang gurun. Hidupnya berubah drastis. Dulu serbaada, kini serba tidak punya. Anak raja Mesir itu kini hanyalah seorang pendatang di gurun Midian.


Continue Reading

Renungan Harian
12 Juni 2011

Tanggal: Minggu, 12 Juni 2011
Bacaan : Efesus 1:13-19
Nats: ... di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus ... (Efesus 1:13)

Judul:
DIMETERAI

  Meterai adalah sebuah tanda yang menunjukkan kepemilikan yang sah. Bahwa segala sesuatu yang dimeterai merupakan milik sah dari sang pemberi meterai. Tidak ada pihak lain yang berhak merebut dan memilikinya. Dan, sejak meterai itu diberikan, maka sang empunya berhak, sekaligus bertanggung jawab, atas apa yang dimilikinya itu.

  Ketika kita sungguh-sungguh menyatakan percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya Penyelamat jiwa kita, maka Tuhan memeteraikan kita dengan Roh Kudus (ayat 13). Dengan meterai ini, kita "ditandai" sebagai milik sah Yesus Kristus, yang berhak atas segala hal yang disediakan Tuhan bagi kita (ayat 14). Juga yang akan menerima pimpinan Roh untuk makin mengenal Tuhan dengan benar (ayat 17). Bahkan diizinkan untuk melihat dan mengalami betapa hebat kuasa-Nya (ayat 19)!


Continue Reading