Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 5:1-11
“Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung Engkau juga ke luar.” (Kisah Para Rasul 5:9)
Esensi kekristenan adalah kasih—di mana Allah mengasihi manusia berdosa sampai Dia rela menebus dan memberikan pengampunan, dengan mengorbankan Anak-Nya sendiri. Demikian juga, orang Kristen dipanggil untuk hidup dalam kasih-Nya dan saling mengasihi. Tapi membaca nas ini, kita tercengang, tersentak; mengapa Allah menghukum Ananias dan Safira sekeras itu, hanya karena mereka berlaku tidak jujur? Bukankah mereka hanya menahan sebagian dari uang mereka sendiri dan bukan merampok atau mencuri uang orang lain? Sepadankah hukuman atas kesalahan seperti itu?
“Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung Engkau juga ke luar.” (Kisah Para Rasul 5:9)
Esensi kekristenan adalah kasih—di mana Allah mengasihi manusia berdosa sampai Dia rela menebus dan memberikan pengampunan, dengan mengorbankan Anak-Nya sendiri. Demikian juga, orang Kristen dipanggil untuk hidup dalam kasih-Nya dan saling mengasihi. Tapi membaca nas ini, kita tercengang, tersentak; mengapa Allah menghukum Ananias dan Safira sekeras itu, hanya karena mereka berlaku tidak jujur? Bukankah mereka hanya menahan sebagian dari uang mereka sendiri dan bukan merampok atau mencuri uang orang lain? Sepadankah hukuman atas kesalahan seperti itu?
Continue Reading





