You can visit my mobile version blog at http://blogpoenyabudi.blogspot.com/?m=1

Menikmati Danau Toba dari Pulau Samosir

Oleh Olenka Priyadarsani

Keindahan Danau Toba tak akan pernah habis diperbincangkan orang. Dipandang dari sudut mana pun — baik dari Parapat, Tongging, maupun dari Pulau Samosir — danau ini sama indahnya. Kali ini saya akan mengajak Anda menyusuri Danau Toba dari dalam, yaitu dari Pulau Samosir.


Continue Reading

Renungan Harian
12 April 2011

Tanggal: Kamis, 12 Mei 2011
Bacaan : Mikha 6:8-16
Nats: Masakan Aku melupakan harta benda kefasikan di rumah orang fasik dan takaran efa yang kurang dan terkutuk itu? (Mikha 6:10)

Judul:
CURANG

  Di sebuah perjalanan dengan kereta api Semarang-Jakarta, saya menyaksikan sebuah iklan layanan masyarakat tentang praktik berdagang yang jujur. Di situ digambarkan ada seorang ibu yang membeli gula di pasar. Setelah menerima barangnya, si ibu curiga bahwa gula yang ia terima lebih sedikit daripada yang seharusnya. Maka, ia pergi ke pos uji ulang yang ada di pasar itu. Ternyata benar bahwa ia telah ditipu. Ia pun kembali kepada si pedagang yang menjual gula kepadanya dan memperingatkan konsekuensi hukum bagi mereka yang berdagang dengan timbang-an yang curang.


Continue Reading

Perspektif 12 Mei 2011

Roh Kudus dan Jemaat Tuhan (1)
Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 2:41-47
“Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis... Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul...” (Kisah Para Rasul 2:41-42)

Pertumbuhan dan kedewasaan jemaat Tuhan (eklesia) tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan Roh Kudus. Sejak berdirinya gereja pada abad mula-mula sampai saat kini, signifikansi pekerjaan Roh Kudus tidak dapat diabaikan. Gereja tidak akan pernah menjadi gereja yang sehat dan dewasa tanpa menaati pekerjaan Roh Kudus. Namun pertanyaannya adalah: “bagaimana kita dapat mengetahui tuntunan dan pekerjaan-Nya?”


Continue Reading

Renungan Harian
14 Mei 2011

Tanggal: Sabtu, 14 Mei 2011
Bacaan : Lukas 3:1-6
Nats: Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan (Lukas 3:5)

Judul:

MELURUSKAN DAN MERATAKAN

  Yohanes Pembaptis adalah tokoh yang istimewa. Pakaiannya bulu unta, makanannya belalang dan madu hutan. Ia anak tunggal Zakaria dan Elizabet. Ia masih termasuk sepupu Tuhan Yesus. Umurnya pendek. Khotbahnya juga pendek; tetapi tajam, lugas, jelas. Ditujukan dengan be-rani kepada siapa saja, tanpa pandang bulu dan tanpa sungkan. Pekerjaannya berkhotbah dan membaptis orang yang bertobat. Membuat gelisah siapa pun yang mendengarnya. Khotbahnya bak geledek-membuat telinga merah, hati panas, muka merah padam karena "ditelanjangi" habis-habisan. Raja Herodes juga menjadi sasaran khotbah-khotbah kenabiannya (Lukas 3:19).

  Namun, yang harus diingat, Yohanes melakukan itu semua tanpa maksud jahat, sentimen, mumpung didengar banyak orang, atau hendak membunuh karakter. Bukan! Khotbah, nasihat, serta jawaban-jawaban pertanyaan yang ia berikan (ayat 10-17) adalah untuk memberitakan Injil (ayat 18). Bahwa manusia tidak bisa lari dari murka Allah (ayat 7). Hukuman pasti datang.


Continue Reading

Perspektif 14 Mei 2011

Roh Kudus dan Jemaat Tuhan (3)
Bacaan hari ini: Kisah Para Rasul 2:41-47 (lanjutan)
“Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis... selalu berkumpul untuk... berdoa... bertekun dan dengan sehati berkumpul... dalam Bait Allah...” (Kisah Para Rasul 2:41, 42, 46)

Karya Roh Kudus dalam diri orang-orang percaya tidak berhenti pada aktivitas-Nya membimbing mereka untuk belajar firman Tuhan dan mendorong mereka dlm persekutuan, tapi juga mendorong mereka bertekun dalam ibadah dan doa. Lukas mencatat bahwa jemaat mula-mula yang sedang bertumbuh tersebut, gemar melakukannya (ay. 41, 42, 46). Nampaknya, bertekun dalam firman Tuhan (teologi para rasul), bersekutu bersama, beribadah dan berdoa, merupakan identitas mereka yang hidup sesuai pimpinan Roh Kudus.


Continue Reading

Bagian Dalam Merpati MA 60 Terbuat dari Kayu

TEMPO Interaktif, Jayapura - Kepala Operasi Pengisian Pesawat Udara dan Tenaga Teknik Khusus Pengawasan Mutu Bahan Bakar Penerbangan Bandara Utarum Kaimana, Hayat La Obo, mengatakan beberapa bagian dalam pesawat Merpati Nusantara Airlines MA 60 yang jatuh di Kaimana, Papua Barat, Sabtu siang, terbuat dari kayu dan bukan alumunium atau bahan baku pesawat yang bisa membuatnya bertahan dalam situasi darurat.
"Saya orang pertama yang melihat itu, buktinya ada di saya. Isi dalamnya adalah dari kayu, itu yang menyebabkan pesawat tidak bisa bertahan," kata Hayat, Rabu, 11 Mei 2011.


Continue Reading