You can visit my mobile version blog at http://blogpoenyabudi.blogspot.com/?m=1

Renungan Harian
21 Mei 2011

Tanggal: Sabtu, 21 Mei 2011
Bacaan : 1 Korintus 1:18-31
Nats: Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya ... (1 Korintus 1:25)

Judul: 
ORANG SEDERHANA

   Seorang doktor dimenangkan bagi Kristus ketika mendengar khotbah Dwight L. Moody. Ketika ia ditanya bagaimana hal itu terjadi, begini jawabnya, "Aku mau mendengar khotbahnya dengan maksud menertawakannya. Sebab, aku mengenalnya sebagai orang sederhana yang tak pernah mengenyam pendidikan. Aku yakin khotbahnya tidak logis dan ngawur. Tetapi ketika aku datang dalam kebaktian yang ia pimpin, aku mendapati hal yang berbeda. Ia berdiri di belakang Alkitab, dibakar oleh kekuatan firman Allah. Dan, hatiku seperti ditembak oleh firman Allah. Aku pun bertobat."

   Kita kerap kali mudah diintimidasi oleh Iblis agar tidak melayani Tuhan karena kita adalah orang yang sederhana, yang tidak punya pengalaman, atau tidak punya embel-embel titel di belakang nama kita. Jangan pernah mau diintimidasi dan ditipu iblis.


Continue Reading

Perspektif 21 Mei 2011

Mengandalkan Tuhan
Bacaan hari ini: 2 Tawarikh 1:23
“Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia.” (2 Tawarikh 32:7)

Setelah 14 tahun memerintah, Hizkia mengalami ancaman serius dari kerajaan Asyur. Kerajaan ini adalah suatu kerajaan yang luar biasa kuatnya; berturut-turut berhasil menaklukkan Kerajaan Israel bagian Utara (10 suku), Siria, Filistin dan negara lainnya. Selanjutnya, raja Asyur merencanakan untuk menaklukkan kerajaan Yehuda. Maka, ia memaksa Kerajaan Yehuda untuk menyerahkan diri. Tetapi, Hizkia dengan tegas menolaknya. Akibatnya, pada tahun 14 pemerintahan Hizkia, pasukan Asyur yang berjumlah di atas 200.000 laskar, datang dan mengepung kota Yerusalem. Untuk menjatuhkan mental raja Hizkia dan rakyat Yehuda, raja Asyur mengirim utusannya melakukan teror dengan menghina raja Hizkia, Tuhan dan menunjukkan kehebatan raja Asyur (2Taw. 32:13-15). Apa yang dilakukan raja Hizkia menghadapi teror tersebut?


Continue Reading

Kumpulan video lucu dikantorku - Update

Ini hanyalah kegiatan iseng disaat kantorku sedang rehat, untuk melepas rasa penat dikantor, maka dibuatlah video ini, tanpa ada unsur untuk mengejek satu sama yang lain. Hanyalah bermaksud untuk menghibur semata. Bagi yang merasa terekam, dimohon jangan marah ye..Karena saya juga kena rekam nih..Memang berbakat masing masing kameraman nya karena sama sama mengambil gambar tanpa diketahui oleh si " Target " jadi karena ini hanya sebuah hiburan selamat menyaksikan videonya. Keep posting dan majulah karya anak bangsa..Bravo!!


Chek it Out.!!!

Posted in: ,

Continue Reading

Tony Melendez, Gitaris Tanpa Lengan

Tanggal 15 September 1987 adalah saat saat yang tak terlupakan, ketika Tony Melendez bermain gitar untuk Paus Paulus Yohanes II di Los Angeles. Dilahirkan tanpa lengan, Tony menampilkan sebuah lagu yang sangat menyentuh berjudul Never Be The Same. Ketika Paus mendekati dan menciumnya dengan penuh perasaan, saat itu paus seperti mewakili perasaan semua orang di seluruh negeri.
“Never Be The Same” adalah lagu yang tepat yang menggambarkan moment2 yang merubah kehidupan Tony Melendez dan menjadikannya seorang gitaris yang menarik perhatian negerinya. Lagu itu sangat cocok menceritakan seorang laki laki yang menghabiskan hidupnya dengan yakin diatas ketidaksempurnaannya.Tony dilahirkan tanpa tangan karena ibunya mengkonsumsi obat anti mual Thalidomide selama masa hamil Tony. Dia kemudian dibawa ke Los Angeles dari Nikaragua untuk dipasang tangan palsu. Tony memakai tangan palsu sampai berumur 10 tahun, setelah itu dia tidak mau memakainya lagi.

Posted in: ,
Tags: ,

Continue Reading

Renungan Harian
20 mei 2011

Tanggal: Jumat, 20 Mei 2011
Bacaan : 1 Tesalonika 2:8-12
Nats: ... dalam kasih sayang yang besar terhadap kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu ... (1 Tesalonika 2:8)

Judul:
KERELAAN

   Gerakan Indonesia Mengajar telah dimulai beberapa waktu lalu. Sebuah gerakan mengumpulkan dan melatih sarjana-sarjana berprestasi yang pernah atau sedang bekerja di perusahaan-perusahaan besar di berbagai tempat. Mereka dikirim ke berbagai sekolah di daerah-daerah terpencil di Indonesia untuk mengajar selama satu tahun; membagikan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki kepada anak-anak di daerah-daerah yang sangat kurang mendapat materi dan sarana untuk belajar. Sebuah tindakan yang mengajarkan prinsip kerelaan (voluntarisme).
 
   Kerelaan melakukan suatu tugas tentu juga dilandasi dengan kecintaan terhadap tugas yang dijalankan. Paulus, suatu ketika melayani jemaat Tesalonika. Namun, karena tentangan yang datang dari kalangan Yahudi, ia mesti berpindah ke kota lain. Dalam kondisi seperti itu, Paulus tetap berpesan kepada jemaat Tesalonika agar mereka mengingat perjuangan yang Paulus lakukan atas mereka dalam kasih sayang yang besar, bukan saja rela membagi Injil, melainkan juga rela membagi hidupnya sendiri (ayat 8). Kerelaan yang muncul karena Paulus mengasihi orang-orang Tesalonika; kerelaan yang lahir karena Paulus mencintai pekerjaan pemberitaan kabar baik yang Tuhan percayakan.


Continue Reading

Perspektif 20 Mei 2011

Pemulihan
Bacaan hari ini: 2 Tawarikh 30:1-10
“Hai, orang Israel, kembalilah kepada TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel...” (2 Tawarikh 30:6)

Hizkia naik takhta menjadi raja Yehuda pada usia 25 tahun. Ketika ia mewarisi kerajaan Yehuda dari ayahnya, Ahas, kondisi kerajaan amat memprihatinkan. Hal ini terjadi karena raja Ahas, ayah Hizkia, adalah seorang penyembah berhala dan melakukan berbagai kejahatan di mata Tuhan. Ia mendirikan bukit-bukit penyembahan dan mempersembahkan anaknya sendiri sebagai korban bakaran kepada dewa asing. Ia meng-hentikan semua kegiatan ibadah dan perayaan-perayaan di Bait Allah. Ia juga tidak memperhatikan pertahanan negaranya dengan baik, sehingga tembok yang ada mengelilingi kota Yerusalem, runtuh. Akibatnya, musuh-musuh Yehuda dengan mudah memasuki kota Yerusalem, melakukan perampokan, penculikan, dsb.

Untuk memulihkan kerajaan Yehuda yang dipimpinnya, hal pertama yang dilakukan oleh raja Hizkia adalah ia membawa seluruh bangsa Israel bertobat dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Sebagaimana yang tercatat dalam ayat 6, Hizkia berseru, “Hai, orang Israel, kembalilah kepada TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel.”


Continue Reading