You can visit my mobile version blog at http://blogpoenyabudi.blogspot.com/?m=1

Bom Juanda Tergolong High Explosive

SIDOARJO- Komando Pasukan Katak (Kopaska) menyatakan, bom di Bandara Internasional Juanda Surabaya tergolong kategori "high explosive" karena beragam jenis bahan yang ditemukan di kawasan tersebut sangat berbahaya.

"Apalagi, ukuran berat bahan pemicu bom seperti yang ditemukan di toilet Lion Air Juanda sebesar tujuh kilogram," kata Dansatkopaska Kolonel Laut (P) Yeheskiel K di Sidoarjo, Rabu malam.

Padahal, ungkap dia, kekuatan ledakan tiap 200 gram atau setara dengan 1 "Tri Nitro Toluene/TNT" dapat menghancurkan satu ruangan kantor petugas keamanan di Juanda.

"Yang penting bukan jenis bomnya menghasilkan daya ledak kuat, medium, atau lemah, karena kini citra Indonesia di mata masyarakat internasional sedang diuji," ujarnya.


Continue Reading

Dua Polisi Tewas Diberondong

PALU- Dua anggota polisi tewas diberondong tembakan senapan laras panjang oleh orang tak dikenal di Palu, Sulawesi Tengah, kemarin.

Dua korban tewas yaitu Bripda Yudistira dan Bripda Andi Irbar, sementara satu rekan keduanya,Bripda Dedy Anwar, dalam kondisi luka berat. Hingga tadi malam polisi belum bisa menyimpulkan siapa pelaku dan motif penembakan di siang bolong itu.”Kita sedang menelusuri lebih jauh lagi. Saat ini sedang ditangani polda setempat,” tandas Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta.


Penembakan itu sekitar pukul 11.00 Wita.Tiga anggota polisi tersebut sedang bertugas di Kantor Cabang Bank Central Asia (BCA) Palu,Jalan Emy Saelan.Tiba-tiba, datang empat orang tidak dikenal mengendarai dua sepeda motor langsung melepaskan berondongan tembakan kepada anggota polisi yang bertugas.


Continue Reading

Renungan Harian
26 Mei 2011

Tanggal: Kamis, 26 Mei 2011
Bacaan : Ezra 7:1-10
Nats: Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat Tuhan dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel (Ezra 7:10)

Judul:
EZRA

  Tujuh puluh tahun setelah rombongan pertama bangsa Israel kembali dari pembuangan Babel ke Yerusalem, Ezra turut kembali dari pembuangan. Ezra adalah seorang dari garis keturunan Harun, yang telah dididik untuk menjadi imam. Ia adalah seorang yang banyak belajar dari tulisan-tulisan orang bijak Media Persia, tulisan-tulisan para nabi dan raja, dan teristimewa dari Taurat Tuhan yang diberikan melalui Musa. Dari semua itu, ia berusaha memahami, mengapa Tuhan sampai menghukum bangsanya dengan pembuangan. Dan, ketika ia sudah mengetahui kehendak Tuhan, serta apa yang berkenan kepada-Nya, ia bertekad mengajarkannya kepada kaum sebangsanya, agar mereka bertobat (ayat 10).


Continue Reading

Perspektif 26 Mei 2011

Jangan Menghakimi, Apa Maksudnya? (2)
Bacaan hari ini: Matius 7:1-5 (lanjutan)
“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” (Matius 7:3)

Apakah sebenarnya yang dimaksudkan oleh Matius 7:1-5, mengenai topik “jangan menghakimi?” Untuk dapat memahami ayat ini, kita harus mempelajari konteks dari teks tersebut.

Matius 7:1-5 merupakan bagian Khotbah di Bukit yang menegaskan mengenai “identitas warga kerajaan Allah.” Identitas warga kerajaan Allah ini ditandai dengan sikap dan cara hidup kita: (1) Hidup berdasarkan firman (Matius 5:17-48). Pada bagian ini, Tuhan Yesus sering membandingkan isi hukum Taurat dengan perkataan-Nya yang merupakan penggenapan dari hukum Taurat (bnd. Matius 5:17). (2) Memiliki pola hidup yang benar (Mat. 6:1-24). Masalah memberi sedekah, berdoa, berpuasa dan mengumpulkan harta harus dilakukan secara benar dalam hidup ini. (3) Memiliki worldview (pandangan) yang benar (Mat. 7:1-23).


Continue Reading

Menjadi Orang Bersemangat dan Optimis Menghadapi Masalah

Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa yang akan memulihkan semangat  yang patah?” Amsal 18:14

Beragam persoalan bisa menimpa siapa saja. Entah orang kaya atau miskin, tua atau muda, setiap orang  selama hidup di dunia ini selalu berhadapan dengan berbagai persoalan. Setiap orang, terlepas dari status sosial, pendidikan, profesinya, dan bahkan sebagai hamba Tuhanpun tidak terluput dari yang namanya pergumulan atau persoalan. Manusia harus berhadapan dengan masalah selama hidup di dunia ini. Setiap orang tentunya memiliki persoalan yang berbeda-beda.
Kita tidak boleh menyerah, walau badai apapun yang sedang menerpa. Sebab pencobaan yang kita alami tidak pernah melebihi kekuatan kita, seperti yang disebutkan dalam Firman Tuhan.
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya” 1 Kor 10:13
*courtesy of PelitaHidup.com
Allah itu baik. Dia sahabat kita, dalam segala susah Dia selalu datang menghibur. Biasanya ada beberapa hambatan-hambatan dalam meraih sebuah keberhasilan adalah antara lain, sikap yang putus asa, patah semangat, menyerah, keinginan untuk mundur, dan lain sebagainya.  Kalau sikap seperti ini dibiarkan akan membuat seseorang itu  menjadi frustrasi, dan tetap tinggal dalam masalahnya.  Dalam  menghadapi setiap masalah, kita membutuhkan sebuah semangat untuk berjuang dan bangkit, dengan pertolongan Tuhan agar kita sampai pada tujuan yang diinginkan.
Dalam cerita di Alkitab kita dapat melihat sebuah kondisi yang mengisahkan seseorang yang tidak lagi bersemangat dalam hidupnya, yaitu kisah nabi Elia. Keberhasilan Elia membunuh 450 orang nabi baal seorang diri membuat Izebel marah dan bermaksud membunuhnya. Mendengar berita itu, larilah Elia untuk menyelamatkan diri, ia dalam ketakutan, putus asa dan patah semangat. Ia lari ke gunung Horeb untuk bersembunyi.

Posted in: ,
Tags: ,

Continue Reading

GAMBARU !!! Berjuang Mati-Matian Sampai Titik Darah Penghabisan

Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan. Muak abis, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu : motto gambattekudasai. (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama), motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi). Sampai saya rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.
Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya… berhenti aja. Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya : “doko made mo nintai shite doryoku suru” (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha abis-abisan) Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter “keras” dan “mengencangkan”. Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah “mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu” (maksudnya jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik.).


Continue Reading