You can visit my mobile version blog at http://blogpoenyabudi.blogspot.com/?m=1

Perspektif 05 December 2011

Tuhan Menghendaki Kebenaran
Bacaan hari ini: Amsal 21:1-3
“Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.” (Amsal 21:3)

Dalam dunia bisnis dan persaingan bebas seperti sekarang ini, memperoleh keuntungan telah menjadi prioritas utama daripada mempertahankan kualitas dan nilai-nilai bisnis yang dapat dipertanggungjawabkan. Meskipun, masih ada juga orang-orang tertentu yang mempertahankan kualitas dengan segmen pembeli kelas menengah ke atas, namun persaingan bebas telah membuka peluang bagi pebisnis yang memasarkan produk non-kualitas dengan harga yang sangat murah. Inilah dunia persaingan, sehingga “siapa yang menguasai pasar dan pelanggan, dia adalah sang pemenang!”

Namun, pernahkah kita mencermati bahwa dunia persaingan hari ini juga telah menciptakan mentalitas yang rendah dalam diri seseorang? Apa artinya? Implikasi (hubungan) dari persaingan yang tidak sehat semacam itu, telah membuat orang tidak lagi peduli terhadap nilai dan kualitas produksi, yang penting produknya laku di pasaran dan memperoleh untung sebesar-besarnya.


Continue Reading

Terjadi Pelambatan Penjualan PC di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID - Kuartal ketiga 2011 merupakan kuartal lambat untuk pasar PC Indonesia karena beberapa vendor terus menghadapi kendala persediaan, meskipun masih mencatat pertumbuhan 22,9 persen year-on-year (YoY), IDC melaporkan.

Dampak yang ditimbulkan oleh peralatan elektronik lainnya, seperti ponsel pintar, memberikan kontribusi terhadap tantangan yang dihadapi PC di pasar. Hasilnya, penurunan 6,2 persen pasar PC Indonesia dibanding kuartal kedua.

IDC dalam web site resminya baru-baru ini melaporkan, meskipun masalah persediaan mulai mereda, pasar masih dilanda kekurangan HDD. Berarti akan terjadi penurunan dari perkiraan sebelumnya dan IDC mengharapkan total 5,2 juta unit PC akan terkirim tahun ini.

"Ini adalah prediksi sedikit pesimistis, setelah mempertimbangkan dampak masalah pasokan HDD yang disebabkan oleh banjir di Thailand," kata Daniel Pang, Manajer Riset untuk perangkat klien IDC Asia/Pasifik.


Continue Reading

Berjalan-jalan Setelah Putus Cinta? Kenapa Tidak

Banyak cara menyembuhkan luka hati akibat putus cinta. Tapi tahukah Anda berjalan-jalan dapat menjadi salah satu alternatif menyenangkan?

Jika jalan-jalan memang merupakan hobi Anda, mengapa tak mencobanya untuk mengurangi luka hati karena kehilangan cinta? Ini bukan metode kabur dari kenyataan, melainkan cara menemukan diri Anda kembali serta membangkitkan kepercayaan diri.

Tujuan
Tempat tujuan tergantung dari banyak hal, termasuk anggaran. Pikirkan matang-matang mana yang paling Anda suka. Jangan pergi ke tempat yang menyimpan kenangan khusus dengan si mantan. Lebih baik pilih tujuan yang banyak menawarkan kegiatan menyenangkan dan kesempatan bertemu teman baru.

Ajak teman
Anda bisa memilih untuk menghabiskan liburan sendirian atau menambah ceria suasana dengan kehadiran sahabat. Kehadirannya bisa membantu meningkatkan suasana hati Anda atau bisa mengingatkan Anda ketika berencana melakukan hal-hal berbahaya.


Continue Reading

Mencari Angkutan Umum yang Tepat untuk Kota-kota di Indonesia

Pertumbuhan kesejahteraan di Indonesia sudah dan tengah berjalan. Salah satu indikatornya adalah semakin banyaknya kota-kota sebagai pusat ekonomi yang dibangun untuk menyaingi Jakarta.

Yahoo! Indonesia pernah membuat survey bagi pembaca, meminta komentar dan usulan akan kota-kota mana saja di Indonesia yang berpotensi untuk menjadi pesaing berarti buat Jakarta. Hasilnya adalah artikel Tujuh Kota Impian Baru. Lewat artikel tersebut, para pembaca menunjukkan bahwa tujuh kota terpilih itu menawarkan kenyamanan dari segi peluang ekonomi dan ruang publik.

Kami ingin membuktikan bahwa Jakarta bukanlah model yang tepat untuk membangun sebuah kota yang sehat, apalagi sebuah kota yang ramah lingkungan. Salah satu hal utama yang membuat Jakarta penuh polusi dan kemacetan adalah ketiadaan angkutan umum yang terkelola dengan baik. Kepemilikan kendaraan pribadi pun (seolah) menjadi sesuatu yang wajib.

Dalam upaya untuk tidak mencontoh Jakarta, tentu kota-kota lain di Indonesia sudah harus mulai memperhatikan kualitas angkutan umumnya.


Continue Reading

Pria Amerika Dipenjarakan karena "Berusaha Jual Bayi" seharga 25 Dolar AS

Los Angeles (AFP/ANTARA) - Seorang pria AS berusia 39 tahun dijebloskan ke dalam penjara selama enam tahun karena ia dinyatakan terbukti bersalah berusaha menjual bayi perempuannya yang berusia delapan bulan dengan harga 25 dolar AS di luar satu toko Walmart di California, demikian laporan yang beredar Kamis (1/12).
Patrick Fousek, yang berada di bawah pengaruh obat-obatan saat itu, dijatuhi hukuman pada Rabu (30/11), setelah seorang hakim menolak permohonan pengacaranya bagi hukuman percobaan, kata surat kabar Salinas Californian.
Fousek dan ibu bayi perempuan tersebut, Samantha Tomasini, ditangkap pada Juni 2010, ketika dua perempuan melaporkan pasangan itu berusaha menjual putri mereka di luar satu toko Walmart di Salinas, sebelah selatan San Francisco.
"Saya amat, sangat menyesal --saya berharap saya tak menghadapi masalah ini," kata Fousek di pengadilan, demikian laporan surat kabar tersebut, sebagaimana dikutip AFP --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat. "Saya memohon pengadilan agar mempertimbangkan hukuman percobaan, sehingga saya bisa pulang."


Continue Reading

Jangan Asal Bisnis Properti

Maraknya iming-iming keuntungan bisnis properti jangan sampai membuat Anda terlena. Ingatlah, tak ada bisnis tanpa risiko.

Saat ini marak dorongan untuk berbisnis properti dengan iming-iming tanpa modal. Formula sederhana yang digunakan adalah membeli rumah untuk kemudian dikontrakkan (terutama buat kos-kosan).

Pendapatan dari hasil kontrakan inilah yang digunakan untuk membayar kredit, sehingga Anda seolah terbebas dari kewajiban bulanan.

Keuntungan lain yang diperoleh adalah aset properti tersebut. Jadi tanpa membayar, Anda diperkirakan bisa memiliki aset tersebut setelah kredit lunas. Apalagi nilai asetnya sudah naik.

Semudah inikah? Belum tentu. Pertama, kita harus menyiapkan uang muka yang biasanya sebesar 30 persen dari pinjaman yang diberikan bank. Sehingga, tidak ada bisnis yang gratis.


Continue Reading